Yogyakarta – Aksi “Gejayan Memanggil Lagi” kembali digelar pada Senin (9/3) Siang. Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat mulai dari Mahasiswa, Seniman, Waria, Buruh hingga kaum Difabel.

Dalam aksi parlemen jalanan yang di motori oleh Aliansi Rakyat Bergerak tersebut nampak beberapa orang penyandang disabilitas yang juga ikut ambil bagian sebagai peserta aksi. Salah satunya Sigit (20) mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi Negeri ini sangat antusias mengikuti aksi dan ikut menyatakan sikap menolak disahkannya RUU Omnibus Law oleh pemerintah. “RUU Omnibus Law menyengsarakan rakyat kami menolak sehingga kita turun ke jalan hari ini” Jelas Sigit.

Selain Sigit seorang penyandang disabilitas lainnya Fajar (21) juga hadir dalam aksi tersebut. Mahasiswa Sastra Inggris ini juga menolak RUU Omnibus Law karena menilai RUU tersebut lebih berpihak kepada investor dibandingkan dengan kaum buruh. “Omnibus Law harus dilawan, karena memudahkan investor dari pada buruh”. Tegasnya.

Meskipun beberapa kali diguyur hujan saat mengikuti aksi yang dilangsungkan di jalan Gejayan tersebut. Keduanya tetap antusias dan semangat mengikuti rapat rakyat tersebut hingga kegiatan tersebut berakhir pada Senin (9/3) sore.

Semangat penyandang disabilitas yang ikut dalam aksi tersebut juga patut di acungi jempol. Meskipun tidak ikut naik ke mimbar keduanya hadir dengan hati yang tulus. Sayangnya dalam RUU Omnibus Law tidak ada satu pasalpun yang menyangkut dan mengakomodir kepentingan-kepentingan penyandang disabilitas. Hal ini pun selayaknya menjadi perhatian kita Bersama. Supaya teman-teman penyandang disabilitas juga mendapatkan hak-hak yang sama dengan masyarakat pada umumnya dan tidak dipandang sebelah mata oleh pemerintah.


Penulis : APS