Pasien positif covid-19 di kabupaten Belitung Timur bertambah menjadi 12 orang dengan 2 orang dinyatakan sembuh. Meningkatnya jumlah pasien membuat sebagian masyarakat merasa khawatir termasuk penulis yang juga merasa was-was ketika ingin berpergian keluar rumah.

Namun rasa khawatir tersebut semakin bertambah ketika ada seorang kawan yang memiliki hobi berandai-andai tingkat tinggi menanyakan perihal dimana pasien positif covid-19 akan dimakamkan jika seandainya nauzubillah ada pasien yang meninggal dunia. Saat ditanya oleh pertanyaan tersebut kamipun sempat terdiam dan ikut bertanya-tanya apakah pemerintah kabupaten sudah memikirkan sampai sejauh itu.

Namun karena tak memiliki kenalan di pemerintahan yang berkapasitas untuk menjawab pertanyaan tersebut. Hingga tulisan ini dibuat penulis tidak tahu apakah sudah ada lokasi yang disiapkan oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) sebagai pemakaman khusus pasien Covid-19. Karena semua orang mungkin terpapar virus mematikan ini maka tak ada salahnya jika kita ikut memikirkan dimana lokasi terbaik (strategis) untuk dijadikan pemakaman bagi pasien positif covid-19.

Bermodal jaringan WiFi di salah satu warung kopi kamipun membuka aplikasi peta besutan Google yaitu Google maps dan langsung mencari-cari dimana kiranya lokasi strategis dan baik untuk dijadikan lokasi pemakaman bagi pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Namun saat kami membuka aplikasi tersebut dan mulai menelusuri sedikit demi sedikit daratan Belitung Timur betapa kagetnya kami melihat hamparan daratan hijau yang luas dibeberapa kecamatan yang ada di Belitung Timur. Kami sempat mengira hamparan hijau tersebut adalah hutan lindung namun setelah melakukan zoom in betapa kagetnya kami ternyata hamparan daratan hijau itu adalah perkebunan kelapa sawit yang tak kalah luas dari kawasan hutan yang ada di sekitarnya.

Setelah diperhatikan dengan seksama hamparan hijau tersebut menyerupai hurup “C” raksasa. Hamparan hijau perkebunan sawit itu bermula dari wilayah Semalar kemudian ke arah barat Desa Nyuruk, Dendang dan menuju ke arah Utara memasuki kawasan Desa Air Ruak dan Simpang Tiga kecamatan Renggiang. Hamparan hijau itu terus mengarah ke Utara dan mulai berbelok ke arah timur melewati beberapa Desa di Kecamatan Kelapa Kampit dan Damar hingga berakhir di Desa Bentaian Jaya, kecamatan Manggar.

Kemudian kami mengarahkan ke wilayah Belitung Timur sisi sebelah selatan yang penduduknya lebih sedikit dan mungkin masih banyak lokasi hutan yang layak dijadikan sebagai tempat pemakaman pasien positif covid-19. Namun tak kalah kagetnya kami melihat hamparan putih yang setelah di zoom in terdapat kolam-kolam yang merupakan lokasi bekas penambangan maupun lokasi penambangan pasir kuarsa yang masih aktif beroperasi.

Setelah menyusuri bagian daratan kami mencoba menelusuri pulau-pulau kecil yang ada di sekitar Belitung Timur. Fokus kami langsung tertuju pada pulau Selanduk yang masuk ke dalam wilayah administrasi Desa Gantung. Pulau yang berada kurang dari 2 mil dari muara sungai lenggang ini mempunyai hamparan hutan yang masih asri dan tidak berpenghuni. Jaraknya yang tidak terlalu jauh dari pusat kota Manggar juga dapat menjadi salah satu pertimbangan jika ingin menjadikan pulau ini sebagai lokasi pemakaman bagi pasien positif covid-19 yang nauzubillah meninggal dunia.

Pemilihan lokasi pemakaman di pulau tak berpenghuni juga merupakan solusi sekaligus manajemen resiko atas penolakan terhadap jenazah positif covid-19 yang sering terjadi dibeberapa wilayah di Indonesia. Hal ini seharusnya dipikirkan dengan cukup baik oleh pemerintah daerah dan pusat untuk berkerjasama mencari lokasi pemakaman bagi pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Mengingat wilayah ibu kota negara seperti Jakarta dan kota besar lainnya di Indonesia memiliki keterbatasan lahan untuk pemakaman.

Selain itu terdapat peluang investasi bagi Developer Swasta jika ingin membangun pusat pemakaman pasien Covid-19. Mengingat hingga saat ini di Indonesia sudah terdapat 100 ribu jiwa yang terpapar virus Corona dan 4.808 jiwa atau sekitar 4,8 % meninggal dunia. Pulau tak berpenghuni yang masuk dalam pembahasan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) dibeberapa provinsi seperti Bangka Belitung, Banten dan Kepulauan Riau dapat dimanfaatkan untuk mengatasi penangan virus Corona di Indonesia ketimbang hanya akan dijadikan sebagai lokasi pertambangan dan investasi lain yang kurang bermanfaat bagi masyarakat.