Oleh: Angga Putu Soemardi


Beberapa waktu yang lalu, Telegram memberikan informasi kepada pengguna atau user lama mereka kalau dalam waktu 74 jam ada 25 juta pengguna baru. Hal tersebut mungkin saja disebabkan adanya ‘pemaksaan’ permintaan persetujuan membagi data pribadi ke Facebook yang merupakan induk perusahaan Whatsapp.

Menurut seorang kawan yang ahli dalam ilmu pemaksaanologi, meminta pengguna Whatsapp (ditulis miring karena menurut dosen pembimbing skripsi saya Whatsapp adalah kata serapan) untuk menyetujui data pribadinya dibagikan ke Facebook merupakan berita kurang baik. Hal tersebut menjadi alasan penguna Whatsapp eksodus ke Telegram.

Belum lagi pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika om pak Johnny G Plate yang mengimbau masyarakat agar semakin berhati-hati dalam menggunakan media sosial, dengan selalu membaca kebijakan privasi sebelum menggunakan layanan dan memberi persetujuan data pribadi. Kalimat di atas saya kutip dari kompas.com dan saya parafrasekan sendiri untuk menyempurnakan tulisan ini. Mari kita lanjut.

Namun pernyataan mas, eh pak menteri itu bukan berarti beliau melarang atau woro-woro supay masyarakat Indonesia tidak menggunakan Whatsapp. Tetapi pernyataan itu menyadarkan kita agar selektif dalam memilih dan menggunakan media sosial. Cintailah medsos-medsos yang berkomitmen menjaga privasi penggunannya. Bukankah begitu civilion.

Namun tahukah kamu, bahwa setiap media sosial memiliki kekurangan dan kelebihan. Seperti manusia yang tak luput dari salah dan dosa. Telegram yang digadang-gadang sebagai medsos paling aman menurut beberapa orang yang sudah kadung nyaman menggunakan Telegram karena bisa join dan jadi member grup esek-esek yang banyak sekali berseliweran.

Menurut saya pernyataan bahwa Telegram adalah media sosial yang paling aman perlu dikaji ulang dan harus dibuktikan dengan riset dan laporan berupa jurnal oleh seorang yang ahli dibidangnya. Bukan berdasarkan asumsi dan klaim sepihak tanpa adanya bukti. Mengingat Telegram sendiri memiliki fitur Pengguna Sekitar. Melalui fitur tersebut, kita sebagai pengguna dapat melihat siapa saja orang disekitar yang juga menggunakan Telegram dan orang lain juga dapat mengetahui keberadaan anda. Fitur ini sedikit mirip-mirip dengan yang ada di Facebook.

Berdasarkan pengalaman saya menggunakan fitur tersebut rasanya seru juga bisa mengetahui orang-orang di sekitar yang sudah download Telegram. Seperti misalnya, saya bisa mengetahui bahwa kepala desa di kampung saya juga menggunakan Telegram atau ketika saya mencoba fitur ini saat berada di kampus saya menjadi tahu siapa-siapa saja dosen yang berada di kampus.

Akan tetapi menurut saya dibalik keseruan fitur Pengguna Sekitar yang bisa melacak mantan hadir atau tidak nikahan kamu ini, ternyata cukup beresiko. Mengingat fitur tersebut menampilkan gambar dan nama username kita di Telegram dan belum ada pengaturan untuk tidak menampilkan foto profil kita supaya tidak muncul ketika ada pengguna lain yang menggunakan fitur tersebut.

Selain itu orang yang tidak anda kenali bisa saja iseng mencoba untuk menghubungi dengan berbagai modus berharap bisa berkenalan dengan anda, mengajak bergabung menjadi member MLM atau menawari anda pinjol yang katanya sudah diawasi OJK dan bunga rendah. Ah sebaiknya jangan percaya.

Selanjutnya fitur Pengguna Sekitar dikhawatirkan dapat membuat surprise ulang tahun gagal karena orang yang ingin diberikan kejutan sudah mengetahui kalau teman ataupun kerabatnya sudah ada di sekitar tempatnya berada.

Terakhir, aplikasi ini juga dapat membuat pasangan anda yang sedang selingkuh dan ngamar bisa kabur dengan leluasa sebelum tertangkap basah. Karena saat pasangan anda sedang berselingkuh ia menggunakan fitur Pengguna Sekitar dan mengetahui keberadaan anda yang sudah semakin dekat dengan lokasi tempat ia berselingkuh.

Makanya, menurut saya tidak ada satupun aplikasi di dunia ini yang betul-betul dapat menjaga rahasia data pribadi penggunannya. Sekalipun itu Whatsapp ataupun Telegram atau oknum media sosial lainnya. Kebijakan privasi yang mereka terapkan, tetap harus kita pelajari dengan baik dan benar sebelum kita menggunakannya.