Oleh: Angga Putu Sumardi
Ketua Kader Hijau Muhammadiyah Kabupaten Belitung Timur


Beberapa waktu lalu telah terjadi panic buying di kota Wuhan Provinsi Hubei, China. Hal tersebut disebabkan oleh kemunculan novel Corona virus yang hingga kini membuat kota Wuhan terisolasi. Warga kota Wuhan yang khawatir kehabisan bahan makanan berbondong-bondong menyerbu swalayan dan mini market untuk membeli kebutuhan sehari-hari serta bahan makanan lainnya.

Sebagaimana yang diberitakan oleh Kontan.co.id bahwa panic buying juga terjadi di beberapa kota dan negara lainnya. Sebagai akibat dari kemunculan covid n-19. Seperti yang terjadi di Hongkong dan Singapura warga terlihat panik dengan memborong berbagai macam barang di Swalayan mulai dari makanan siap saji hingga tisu toilet. Menurut pernyataan Menteri Kesehatan Republik Indonesia dr. Terawan kepada wartawan bahwa, hingga 15 Februari 2019 Indonesia masih terbebas dari kasus Virus Corona yang telah merenggut 1500 nyawa di seluruh dunia.
Namun bagaimana nantinya jika ternyata virus Corona masuk ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini secara diam-diam. Mengingat virus ini tidak dapat terdeteksi oleh CCTV dan kalaupun masuk ke wilayah NKRI tidak akan melalui pemeriksaan pihak imigrasi. Apakah panic buying seperti yang terjadi di Wuhan, Hongkong dan Singapura juga akan terjadi di Indonesia. Jika terjadi kira-kira barang apa saja yang akan dibeli oleh masyarakat Indonesia.

Pada bagian ini izinkanlah penulis untuk sedikit berandai-andai. Meskipun nantinya virus Corona terdeteksi ada di Indonesia rasanya, hal tersebut tidak akan membuat kepanikan di masyarakat mengingat masyarakat Indonesia sangatlah santuy. Namun kalaupun terjadi kepanikan mungkin hanya dalam bentuk tweets dan instastory.

Jika di Singapura dan Hongkong tisu toilet adalah hal yang paling dicari setelah masker saat terjadi panic buying. Maka di Indonesia rokok dan liquid vape adalah barang yang mungkin akan sangat dicari mengingat kebanyakan warga negara Indonesia dapat menahan lapar tapi tidak dapat menahan hasrat untuk gudud. Selain rokok hal yang akan banyak dibeli oleh warga +62 adalah mie instan dan kuota internet. Karena mie instan hampir menjadi makanan pokok mahasiswa di Indonesia sedangkan hidup tanpa kuota internet bagaikan bakso tanpa garam alias hambar. Tidak ada kuota internet membuat netizen Indonesia akan semakin tertekan karena tidak bisa melampiaskan hasrat dan bakat menghujatnya.

Meskipun khawatir terhadap kemunculan virus Corona paling tidak sudah ada Rokok, Indomie dan Indiehome yang siap menemani masyarakat Indonesia dalam melewati masa-masa isolasi ataupun kewaspadaan terhadap kemunculan virus Corona. Namun sebaiknya kita berdoa supaya terhindar dari segala macam virus mulai dari Corona hingga Corruption. Karena kedua virus tersebut amatlah mematikan.