“Namun sekalipun mendapatkan sanksi karena terbukti melakukan pelanggaran. Apakah, PT ISLM dan dua perusahaan pemegang konsesi HTI lainya yaitu PT. Andalan Karya Pratiwi (AKP) dan PT. Greenland Diorama akan hengkang dari Belitung Timur ? Jawabannya aku rasa tidak.”


Oleh: Angga Putu Sumardi Ketua Kader Hijau Muhammadiyah Kabupaten Belitung Timur


HTI telah dibubarkan oleh pemerintah pusat melalui Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Sedangkan di Belitung Timur HTI mendapatkan penolakan mentah-mentah oleh masyarakat namun HTI yang ditolak bukanlah Hizbut Tahrir Indonesia HTI melainkan, Hutan Tanaman Industri (HTI).

Jadi pada tulisan ini saya akan membahas tentang penolakan masyarakat terhadap HTI (Hutan Tanaman Industri) ya, bukan HTI yang dilarang pemerintah. Berbeda dengan HTI, HTI yang ditolak masyarakat Belitung Timur justru mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat khususnya oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atau dulunya Kementerian Kehutanan.

Pada tahun 2012 Zulkifli Hasan sebagai Menteri Kehutanan memberikan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Tanaman (IUPHHK-HTI) melalui surat Keputusan Menteri Kehutanan No. SK780/Menhut/-II/2012 tanggal 26 Desember 2012. Luas izin yang diberikan kurang lebih seluas 10.045 Ha Persegi berada di sembilan Desa dan empat Kecamatan.

Perusahaan pemegang IUPHHK-HTI tersebut ialah PT. Indo Sukses Lestari Makmur. PT. ISLM sendiri merupakaan anak perusahaan dari Minamas Plantation Jakarta yang merupakan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia asal Malaysia yang tergabung dalam Sime Darby Group.

Namun pada tahun 2014 HTI di Belitung Timur mendapatkan penolakan keras oleh masyarakat. Penolakan itu terjadi pada masa kepemimpinan adik kandung Ahok alias BTP yaitu Basuki Tjahaja Purnama sebagai Bupati Belitung Timur kala itu. Demonstrasi besar-besaran sempat dilakukan oleh masyarakat yang Desa-nya masuk dalam wilayah konsesi HTI.

Akan tetapi setelah bergantinya kepemimpinan HTI tetap berlanjut PT. ISLM selaku pemegang konsesipun telah melakukan pembibitan. Menurut keterangan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Marwan kepada salah satu media. Dari sembilan perusahaan yang mengajukan konsesi HTI hanya satu perusahaan yang benar-benar di setujui oleh masyarakat yaitu di Belitung Timur (PT. ISLM).

Kemudian pada tahun 2017 berdasarkan laporan dari masyarakat di duga PT. ISLM membuat ulah dengan membuka areal di luar konsesi dan merambah Hutan. Selain itu PT. ISLM diindikasikan telah membuat jalan koridor di sepanjang sepadan sungai balok, sungai kering dan sungai aik rayak. Berdasarkan laporan tersebut Kementerian LHK melalui Dirjen Penegakan Hukum dan Direktur Pengawasan dan Sanksi Administrasi melakukan pemasangan plang penghentian sementara kegiatan ataupun aktivitas yang dilakukan oleh PT ISLM terkait dugaan pelanggaran perizinan.

Namun sekalipun mendapatkan sanksi karena terbukti melakukan pelanggaran. Apakah, PT ISLM dan dua perusahaan pemegang konsesi HTI lainya yaitu PT. Andalan Karya Pratiwi (AKP) dan PT. Greenland Diorama akan hengkang dari Belitung Timur ? Jawabannya aku rasa tidak.

Lantas untuk siapa Hutan Tanaman Industri di Belitung Timur. Sedangkan, masyarakat masih terjebak dalam rutinitas sebagai penambang timah. Sebab, keberadaan Hutan Tanaman Industri tidak menyerap lapangan pekerjaan yang cukup. Sehingga, dampaknya tidak dirasakan langsung oleh masyarakat. Alih-alih mendapatkan keuntungan masyarakat justru dirugikan dengan aktifitas HTI yang diduga menjadi salah satu penyebab banjir pada tahun 2017 silam.

Teriakan lantang masyarakat, aktivis lingkungan dan aliansi LSM kala demonstrasi (15/01/2014) yang menolak Hutan Tanaman Industri ternyata tak terdengar gaungnya hingga ke telinga para pejabat di pusat. Bahkan mungkin, hasil kerja Panitia Khusus (Pansus) yang di bentuk oleh DPRD Kabupaten Belitung Timur menjadi sia-sia.

Masyarakat Belitung Timur hidup diatas tanah airnya sendiri (Indonesia). Akan tetapi tanah yang harusnya digunakan untuk berkebun lada harus diserahkan ke Malaysia dalam bentuk konsesi dan airnya mereka rasakan dalam bentuk banjir.