Oleh : Alam Mahadika


Kajian Idealisme

Kembali ke penekanan terhadap pemahan yang idalis atau gagasan megenai idealisme dengan sebuah hakikat sesuatu yang kuat dalam ide ataupun pikiran, maka hal itu idealisme yang tidak keterkaitannya dengan materialisme.

Idealisme ini yang pemikiran dari setiap makhluk yang harus menekankan apa yang dipikirkan yakni gagasan yang menjadikan sebuah alat keyakinan yang dimana keyakinan itu akan menjadi kuat dan terjadilah pemahaman yang idealis atau memegang teguh terhadap pemikiran individualis.

Maka dari itu idealisme dengan gagasan yang kuat melalui pemikiran melalui kecerdasan akal manusia dan terjadilah atau terbentuklah suatu ideologi yang awal dasarnya yakni sebuah gagasan yang kuat maka terciptanya ide dan gagasan dan diteruskan oleh sebuah objek.

Maka dari idealisme tersebut ada pula kaitannya dengan cabang – cabang filsafat antara lain dari ontologi, epistimologi, aksiologi, nilai – nilai yang terkandung dalam permasalahan idealisme tergambar pada cara pikir sudut pandang pada manusia, yang cara pikirnya idealis memandang Tuhan sebagai mana cara pandang terhadap mukjizat.

Pada idealisme dalam konsep keagamaan yang memiliki loyalitas atau yang paling penting adalah kepercayaan yakni Tuhan segala – galanya dalam kehidupan ini, yang berawal dari Tuhan hingga kembali ke kepada Tuhan maka dari itu setiap pemikiran idealisme yang menekankan pada konsep keyakinan bahwasanya setiap kehidupan makhluk pasti tak lepas dari yang namanya Tuhan, Tuhan yang selalu berdampingan hidup, dan segala apa – apa tentang kehidupan ini pasti berhubungan ke Tuhan, karena pemikiran idealisme memandang Tuhan adalah segala – galanya.

Idealisme ada juga memiliki prinsp berorientasi kepada pusat – pusat pemahaman kepada Tuhan, jiwa yang spiritual dan hal – hal sesuatu yang ideal atau kebenaran yang benar – benar multak, yang terkandung dalam norma – norma sesuatu yang memilliki kebenaran, oleh karena itu idealisme memiliki landasan pemahaman yang spiritual yang mempercayai adanya Tuhan sebagai ide yang tertinggi dalam kehidupan.

Dari gambar diatas tersebut idealisme banyak kaitannya dengan sebuah pembahasan – pembahasan yang melahirkan adanya filsafat sosial atau perilaku yang ada pada setiap individu ataupun kelompok, idealisme dalam pemikiraan individu jika kuat bisa melahirkan sebuah kelompok yang akan menjadikan itu berkembang besar, dan terbentuklah sebuah pemahaman yang besar terhadap suatu ideologi.

Dari terkaitnya ideologi – ideologi yang disekeliling idealisme tersebut, ada terkait dengan semua pemahaman yang dikatakan loyalitas, antara lain setiap idealisme memiliki indikator terkait apa yang harus ditekankan dan diyakini setiap ideologi yang terkait dengan idealisme harus multak da nada gagasan yang kuat dengan menolak gagasan dari materialism, idealisme dapat berkembang dengan setiap kelompok yang memiliki persatuan yang kuat agar tidak runtuhnya sebuah ideologi yang terkait dengan idealisme tersebut, pemahaman yang memiliki sesuatu hal yang nyata pada kehidupan ini, dari ide yang ada dan berkembang pada setiap pemikiran manusia akan terciptanya sebuah pengalaman – pengalaman, maka jika ada sesuatu masalah dengan ide masalah akan menjadi terselesaikan oleh setiap gagasan ide yang kuat.

Pada perputaran dengan siklus dari idealisme, yang memiliki ideologi tentang monisme yakni ideologi yang yang sebelumnya sudah dibahas pada pembahasan sebelumnya memiliki hakikat pemikiran yang tunggal atau menentangan dari dualisme, ataupun pluralisme, dari ideologi monisme yang memiliki landasan tentang menyikapi konsep ketuhanan yang hanya dimiliki oleh kelompoknya pribadi dan menolak dari adanya konsep ketuhanan dari kelompok lainnya, monisme memiliki hakikat dengan konsep ketuhanan yang tunggal memberikan pemahaman yang tidak terbuka dalam masalah agama dan budaya lainnya, hal ini bisa diambil contoh dengan, orang yang beragama kolot atau kuno yang memiliki pemahaman tentang kebudayaan dan keagamaan ditaman sejak kecil.

Jika dikaji lebih secara rinci mengenai hal dari monisme ini yakni sebuah paham dari yang menyatakan bahwasanya, menyatakan dari unsur pokok segala sesuatu yang bersifat esa atau tunggal, kita ambil contoh dari masyarakat kebudayaan di Indonesia sangatlah erat dengan perihal sebuah keyakinan atau kepercayaan yang religius yakni semua ciptaan atau semua yang ada di muka bumi ini diciptakan oleh Tuhan yang Maha Esa atau disebut sang maha pencipta, maka seperti agama – agama besar yang ada di Indonesia seperti Islam dan Kristen memiliki sebutan Tuhan Allah SWT dari umat agama Islam yakni Esa dan sebuat dari umat agama Kristen dengan sebutan Yesus Kristus.

Dan juga pandangan dari sebuah kebudayaan atau suku – suku yang ada di Indonesia yang beranggapan bahwasannya arwah leluhur masih ada pada bagian dari kehidupan manusia, hal ini masih dihormati arwah dari nenek moyang.

Selanjutnya dari monoteisme yakni konsep keperayaan yang bersifat tunggal yang pemahamannya hampir sama dengan monisme atau satu gagasan, monoteisme juga  memiliki keyakinan pada satu Tuhan, dalam ruang lingkup keyakinan monoteisme tidak menolak dari adanya pehaman dualisme dan pluralisme, monoteisme ini lebih menekankan dari keyakinan individualis, dapat diberikan sesuatu hal dengan berlandaskan Tuhan itu satu maka, monoteisme menolak adanya pandangan terhadap kepercayaan dari dewa dan dewi sebagai jalannya kehidupan manusia ini, dalam hal ini dengan kesimpulan bahwasannya monoteisme menekankan kepecercayaan dan keyakinan yang memiliki 1 Tuhan saja, dan menolak dari pemahaman yang memajemukan Tuhan. Monoteisme ini juga memiliki pandangan dengan bagaimana menyikapi budaya, monoteisme lebih ke plural dalam masalah kebudayaan yang ada pada kehidupan.

Apa saja yang bisa dikatakan monoteisme yakni kepercayaan kepada Tuhan yang tunggal dari agam – agama besar dunia yakni agama Yahudi, Nasrani, dan Islam, atau disebut agama Abrahamic yang memiliki kitab – kitab landasan keyakinan sendiri.

Bahwasanya agama – agama dunia tersebut memberikan sebuah hakikat besar terhadap kehidupan dalam pemahaman idealisme juga ada pandangan terhadap bagaimana Tuhan menciptakan dan memberikan kehidupan yang layak terhadap makhluk hidup, cara pandang dari pemahaman idealisme yakni adanya sebuah wahyu yakni sebagai arahan Tuhan untuk segenap kehidupan makhluk dalam hal yang dapat membantu menjadikan bumi dan alam semesta ini hidup, dan tak kalah juga ada mengenai mukjizat terhadap pemberian Tuhan sebagai pembuktian, bahwasannya Tuhan itu memang ada untuk memperkuat para pemahaman  dari idealisme tersebut.

Ada pola pikir terkait idealisme yakni primardionalisme sebuah pandangan atau ideologi yaitu sesuatu hal yang dipegang teguh sejak lahir, atau memegang teguh adat isti adat dan budayanya, primordialisme ini yakni awalnya dari ajaran sejak kecil dari para pengajar – pengajar yang diberikan dari ajaran budaya ataupun keyakinan mereka, dengan ini primordialisme memiliki kebanggaan dan kesetiaan apa yang telah diajari dan dipegang dari sejak kecil, atau kesenangan yang berlebihan. Dengan banyaknya perbedaan di Indonesia maka dari primordialisme ini meyakini bahwasannya budaya dan keyakinan yang sudah besar di negara Indonesia lebih diberkembang duluan  ada pada penduduk – penduduk bagian kota yang modern akan lebih dikenal dan akan berdampak buruk bagi individual yang menganggap itu sesuatu yang di bangga – banggakan, banyak budaya – budaya di Indonesia sudah ada diranah internasional.

Perlunya sebuah kesatuan dari penekanan terhadap individualisme yang ditanamkan agar terciptanya sebuah keragaman yang berbeda – beda seperti pluralisme yang harus berdekatan dengan pemahaman primordialisme ini, hal tersebut agar terhindar dari perpecahan bangsa, di Indonesia memeiliki beragam – ragam suku dan agama dan terutama lebih penekanan terhadap apa yang harus kita kembangkan bersama dalam pembelajaran dari pluralisme yang harus ditamankan sejak dari lahir.

Primordialisme dapat berkembang di Indonesia sejak majunya zaman dimana etnis bangsa Indonesia semakin banyak orang ketahui, dan menyikapi etnis – etnis Indonesia yang masih dibilang primitif, agar menjadikan pembelajaran kepada masyarakat supaya etnis di Indonesia yang masih primitif bisa ikut dalam melakukan berkembangan kehidupan yang ada sekarang ini, dam dalam artian tidak menghapuskan suatu budaya yang ada.

Arahan yang negatif terkait dari idealisme dan primordialisme hingga ke etnosentrisme yang mengambarkan kepada masyarakat yang tidak patut di conroh, hal ini seperti mengangung – agungkan budaya adat isti adat sendiri hingga memandang sebelah mata dari keberadaan adat budaya lainnya, hal ini menjadikan pemecah kesatuan pada wilayah yang beragam, pembahasan dari etnosentrisme ini akan lebih ditekan agar masyarakat dapat menghindari dari sifat – sifat etnosentrisme ini, etnosentrimse ini memiliki pada hakekat individualis ataupun kelompok, sebagai masyarakat yang berada pada keragaman perbedaan yang besar, haruslah diubah cara pikir seperti itu, masyarakat yang multi kulturan, dan menghindari dari sifat yang terlalu fanatik agar terjadinya harmoni dalam bermasyarakat. Dengan memiliki tujuan persatuan dan perdaudaraan akan menjadikan etnosentrisme akan lenyap didalam kehidupan sosial.

Di Indonesia yang memiliki ragam kebudayaan para pemimpin dan tokoh public ataupun petinggi agama memiliki peran yang strategis dalam menghadapi pemahaman etnosentrisme ini mereka juga memiliki tanggung jawab atas yang namanya sebuah perbedaan dan menuntun masyarakat agar menjadi masyarakat yang saling menghormati antar perbedaan, mereka juga mengajarkan landasan keagamaan dan memberikan nilai – niali contoh keagamaan yang universal agar terjadinya kerukunan dan dapat di implementasikan langsung dalam kehidupan sosial

Dalam semboyan kita berbeda beda tetapi tetap satu harus menjadikan kita sebagai gambaran dan landasan untuk menjalankan perbedaan dalam kehiduapan sosial tanpa adanya pandang bulu, cinta yang sebenar benarnya yakni gabungan antara persaudaraan, persatuaan dan kasih saying terhadap semua makhluk, maka terbentuklah sebuah arti cinta.

Studi Kasus Mengenai Konflik antar Etnis di Indonesia

Pada bulan – bulan politik yakni pemilihan pemimpin disuatu daerah yang yang dimana tujuannya mempertahankan dan merebutkan kekuasaan, hal ini di Indonesia banyak calon – calon penguasa yang akan menjadikan politik etnis sebagai alat menjadikan kekuasaan atau konsevatisme.

Banyak para calon penguasa mengambil dari politik etnis dari keagamaan yang dimana akan terjadi pemecah belah agama seperti pemilihan gubernur di Kalimantan Barat yang dimana suku – suku besar di Kalbar tersebut antara lain Melayu dan Dayak menjadikan suku terbesar di Kalimantan Barat dan tak luput juga dari perbedaan agama antara Melayu dan Dayak, maka disitulah pertarungan politik dari petinggi – petinggi calon kukuasaan yang menjadikan alat politik etnis bagian dari senjata menuju kekuasaan, korban politik dari masyarakat awam yang menjadikan itu perpecahan antar etnis pada pemilihan gubernur Tahun 2018 – 2023, hal tersebut menjadikan masyarakat sebagai korban dalam perpecahan dari sebuah lingakr politik. Kita berkaca pada Daerah Istimewa Yogyakarta terkait pemilihan umum gubernur yang pada zaman SBY yang menginginkan pemilihan umum agar mengurangi dominasi kesultanan di DIY tersebut, akan tetapi SBY mendapatkan kecaman dari warga Yogyakarta terlanjur menjiwai kebudayaan dan dikatakan warga primordialisme, dengan beralasan bahwasanya ketika ada pemilihan umum di Yogyakarta, maka bakalan bisa terjadi perpecahan antar masyarakat dengan adanya perbedaan perbedaan dalam pemilihan umum. Dalam hal ini masyarakat DIY memiliki kecintaan dalam budaya sendiri dan tidak menginginkan perpecahan dalam DIY.


Daftar Pustaka
Andrianto, I. (2014 , Desember ). Masyarakat Otoriter . Retrieved from Kompasiana : https://www.kompasiana.com/irvanandrianto/54f9277ea33311ab068b47d4/masyarakat-otoriter
Bandung, U. T. (2016, September). Dualisme Adalah Realitas, Bukan Gagasan Saja . Retrieved from Kompasiana: https://www.kompasiana.com/ujangbandeung/57e24b30be22bd0b0a95ca3e/dualisme-adalah-realitas-bukan-gagasan-saya?page=2
Bremingston, A. (2018 , Agustus ). Pemikirannya Mengubah Pandanannya Dunia Tentang Tuhan . Retrieved from Brilio.net : https://www.brilio.net/creator/friedrich-nietzsche-filsuf-ateis-yang-mengguncang-dunia-9779b6.html
Budiardjo, M. (2007). Dasar Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia.
Cetak, H. (2018, Februari ). Pemikiran Materialisme Merusak Iman . Retrieved from Medan Bisnis :http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2018/02/24/338598/pemikiran-materialisme-merusak-iman/

Counter, H. (2014, September ). Model Dialektika Hegel Tesis, Anti Tesis dan Sintesis. Retrieved from Ambil Gratis : https://ambilgratis.com/2014/09/08/model-dialektika-hegel-tesis-antitesis-sintesis/
Damarputra, A. (1998). Kapitalisme Dari Masa ke Masa. Alkitab.Sabda , 13. Retrieved from Alkitab.Sabda .
Fahri, A. (2017, Desember). Pengertian Kolonialisme dan Imperialisme . Retrieved from blog.ruangguru: https://blog.ruangguru.com/pengertian-kolonialisme-dan-imperialisme
Faitsh. (2015 , November ). Deisme . Retrieved from Mindpersona : https://mindpersona.wordpress.com/2015/11/23/deisme/
Firman, T. (2019, April ). Mengapa Banyak Orang Suka Pemimpin yang Otoriter . Retrieved from Tirto.id : https://tirto.id/mengapa-banyak-orang-suka-pemimpin-yang-keras-dan-otoriter-dlUU
Monisme. (n.d.). Monisme . Retrieved from Buku Pelajar : http://pdf.ykpi.web.id/id1/2360-2257/Monisme_24631_pdf-ykpi.html
Muin, R. (2018, April ). Femonemna Apatisme Masyarakat Terhadap Politik Indonesia . Retrieved from Rawi Muin : https://rawimuin.wordpress.com/2018/04/29/fenomena-apatisme-politik/
Natalia, E. (2015, November ). Primordialisme yang Mengakar Kuat. Retrieved from kompasiana.com: https://www.kompasiana.com/elisanatalia/5a0bf3baade2e16b5d6d1ce2/primordialisme-yang-mengakar-kuat
Nurrohim, T. (2015, Desember ). METODE DIALEKTIKA (TESIS, ANTI TESIS DAN SINTESIS) FRIEDRICH HEGEL . Retrieved from Hitam Kopiku : https://hitamkopiku.blogspot.com/2015/12/metode-dialektika-tesis-antitesis-dan.html