Oleh : Angga Putu Soemardi


Akhirnya setelah setiap tahun membuat daftar resolusi, tahun 2020 silam ada juga resolusi yang bisa tercapai. Ternyata benar Gusti Alloh mboten sare jikalau kita mau berusaha dan berdoa akhirnya di tahun 2020 aku terlepas dari status sebagai mahasiswa sepuh yang kalau ketemu adek kelas mereka semua pada nunduk dan seakan pingin sungkem ke gua.

Setelah yudisium tidak dengan cum laude di penghujung Januari 2020 aku harus dihadapkan dengan kenyataan wisuda yang sejatinya akan aku jalani 20 Maret 2020 ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Karena sudah fokus menjadi pengangguran akhirnya aku mulai melupakan wisuda sekalipun digrup sering muncul wacana akan diadakan wisuda online.

Ternyata eh ternyata wisuda online bukan sebuah kisah fiktif belaka. Pada awal Juni ada seorang adik tingkat yang dengan sangat sopan dan lembutnya memberikan informasi wisuda online sekaligus menanyakan kesediaanku untuk mengikuti wisuda online pertama dalam sejarah berdirinya kampus kami yang sering dikatakan radikal. Sebut saja kampus itu UIN Jogja.

Semoga wisuda online tidak termasuk dalam salah satu hal yang dinilai radikal. Amin.

Resolusi selanjutnya yang tercapai di 2020 adalah wisuda, sekali pun online. Sekalipun awalnya gua gak terlalu setuju dengan wisuda online. Namun, karena proses wisuda online di rumah juga dibarengi dengan prosesi khitbah (bukan khitan) gua dan pasangan. Akhirnya dengan suka cita gua menerima dengan ikhlas wisuda online sekalipun tanpa samir dan toga.

Resolusi selanjutnya yang tercapai di tahun 2020 adalah tidak ada. Demikianlah tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman pribadi. Pada tahun 2021 ini saya tidak berani untuk membuat daftar resolusi karena dari 20 yang dibuat biasanya cuman 2 yang tercapai. Atas dasar itulah ditahun 2020 sebaiknya kita semua cukup bersyurkur saja atas apa yang sudah terjadi di tahun 2020 dan berharap tahun 2021 ini lebih baik dari tahun sebelumnya.

Kalau kalian, resolusi apa yang tercapai di 2020?